Jakarta, Properti Indonesia – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) telah mengambil alih penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penyaluran subsidi tersebut berupa fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang akan dilakukan BP Tapera pada tahun 2022.
Komisioner BP Tapera, Adi Setianto mengatakan bahwa minat rumah subsidi khususnya bagi MBR masih tinggi, BP Tapera menargetkan akan menyalurkan KPR FLPP sebanyak 200 ribu unit rumah atau sebesar Rp23 triliun.
“Untuk tahun 2022 kami targetkan akan menyalurkan KPR FLPP sebanyak 200 ribu unit rumah atau sebesar Rp23 triliun. Kami akan terus bersinergi dengan bank penyalur, pengembang hingga pemerintah daerah guna meningkatkan layanan untuk menyalurkan FLPP, sehingga semakin banyak masyarakat yang menerima manfaat dari FLPP,” ujar Adi Setianto dalam siaran pers, dilansir dari tapera.go.id, Senin (27/12).
Kemudian berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 hingga 2021 mencapai Rp75,1 triliun untuk 943.583 unit rumah.
Selain itu, untuk penyaluran FLPP di tahun 2022 BP Tapera bekerja sama dengan 48 bank penyalur. Bank tersebut di antaranya adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Artha Graha Internasional. BP Tapera juga menggandeng sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) seperti BPD Jawa Timur, BPD Kalimantan Selatan, BPD Nagari, dan BPD Jambi.