Strategi Telaga Kahuripan Setelah Bangkit dari Tidur Panjangnya

Strategi Telaga Kahuripan Setelah Bangkit dari Tidur Panjangnya
Rumah contoh di Cluster Aluna Sekar (Mita DS/ Properti Indonesia)

Depok, Properti Indonesia – Dalam beberapa tahun terakhir kawasan Parung, Bogor kian berkembang. Hal ini tak terlepas dari dampak perkembangan infrastruktur di wilayah selatan Jakarta yang secara tidak langsung turut mempermudah akses dari dan menuju kawasan seluas 25,74 Km2 tersebut.

Selain dapat diakses melalui jalan Raya RE Martadhinata yang terbentang dari Pamulang, ke depannya Parung juga akan semakin mudah dijangkau karena akan diapit oleh sejumlah akses jalan seperti Tol Bogor – Serpong via Parung dan Jalan Cibinong – Kemang (Bomang).

Proyek Jalan Tol Bogor – Serpong via Parung sepanjang +31,117 km merupakan bagian dari rencana jaringan jalan JORR-3. Titik Awal Jalan tol ini akan menghubungkan persimpangan Selabenda (Bogor) dan persimpangan Serpong melalui Parung.

Sementara, Jalan Bomang nantinya akan menghubungkan Jalan Raya Bogor-Parung dan Jalan Raya Bogor-Jakarta. Bahkan, aksesnya kian strategis karena hanya selangkah dengan akses Tol Depok-Antasari (Desari) di wilayah Tajurhalang.

Masifnya pembangunan infrastruktur di Parung ini tak bisa dipungkiri turut mengerek potensi investasi properti di wilayah tersebut. Ditambah lagi harga properti di wilayah Sawangan, Depok yang notabene tetangga terdekat Parung semakin melonjak dan terbatas. Tak heran, jika Parung kekinian menjadi primadona baru bagi developer yang ingin melebarkan sayapnya di selatan Jakarta.

PT Kuripan Raya adalah salah satu developer yang melihat prospektifnya potensi Parung dalam beberapa waktu ke depan. Pengembang kota mandiri Telaga Kahuripan seluas 750 hektar ini akhirnya memilih "bangun" dari lelap panjangnya.

Seperti diketahui, paska dikembangkan medio 1996 silam, Telaga Kahuripan sempat terhenti pengembangannya dalam waktu relatif panjang. Sejak pertama kali dibangun setidaknya lima cluster hunian telah diserahterimakan dan dihuni, lengkap dengan berbagai fasilitas dalam kawasan.

PT Kuripan Raya sendiri diketahui digawangi sejumlah tokoh properti kakap seperti Hendro S Gondokusumo, A Edwin Kawilarang (Alm), Herman Soedarsono, Deddy Kusuma serta Bing Aryanto.

Pada awal tahun 2021, PT Kuripan Raya kembali mengumumkan peluncuran kembali Telaga Kahuripan dengan mengadopsi konsep hunian modern yang dipadukan dengan harmonisasi alam. Tak tanggung-tanggung, PT Kuripan Raya menggandeng Urban+, pemenang sayembara desain Ibu Kota Negara (IKN) untuk merevitalisasi kawasan beserta infrastrukturnya yang mulai tergerus jaman. Tak kurang, sebesar Rp 100 miliar dana digelontorkan untuk memuluskan rencana revitalisasi tersebut.

Telaga Kahuripan pun berbenah. Kawasan yang dulunya terlihat seperti tak terurus kini mulai tampak asri dan modern. Area komersial maupun infrastruktur yang sempat usang di sana sini juga mulai terlihat rapi dan mulus. 

Luncurkan mega cluster terbaru

Akhir tahun 2021 menjadi titik balik Telaga Kahuripan dengan meluncurkan mega cluster terbaru bertajuk Aluna. Di atas lahan seluas 26 hektar akan dibangun sebanyak 1114 unit rumah yang terbagi dalam tiga sub cluster meliputi Aluna Sekar, Aluna Tirta dan Aluna Tera.

Richie Laseduw, Chief Marketing Officer Telaga Kahuripan (kanan) | Foto: Mita DS/ Properti Indonesia

Kepada calon pembelinya, cluster Aluna menawarkan 4 type rumah mulai dari Type 6x15, Type 7x15, Type 8x15 dan Type 9x15. Sementara, harga yang dipasarkan mulai dari Rp1,3 miliar. Untuk meyakinkan konsumen, Telaga Kahuripan juga membangun sebanyak 4 unit rumah contoh berbagai type.

Richie Laseduw, Chief Marketing Officer Telaga Kahuripan menuturkan, untuk saat ini yang sedang dipasarkan merupakan tahap pertama dari pengembangan Cluster Aluna yaitu Sub cluster Aluna Sekar yang menghimpun sekitar 400 unit rumah.

Mengusung konsep hunian modern tropis, setiap unit rumah di sini sengaja dirancang untuk mengoptimalisasikan sanitasi dan kenyamanan penghuninya dengan menempatkan ruang sanitasi di setiap pintu masuk rumah. “Sejak diperkenalkan akhir tahun lalu, sekitar 20 persen telah berhasil diserap pasar,” ujar Richie kepada Properti Indonesia awal Juni lalu.

Richie menambahkan, selain rumah-rumah di Cluster Aluna, Telaga Kahuripan saat ini juga tengah mengembangkan Cluster Eila yang lokasinya berada di salah satu cluster eksisting. Eila menawarkan 3 type hunian satu lantai mulai dari 6x15 dengan ukuran lahan 84m2, 6x15 dengan ukuran lahan 73m2, serta 6x15 dengan ukuran lahan 45m2.

Adapun, harga yang ditawarkan mulai dari Rp700 jutaan. “Saat ini progress pengembangan cluster Aluna dalam tahap pembangunan infrastruktur. Sementara, rencana serah terima ditargetkan secara bertahap pada akhir 2023 mendatang,” jelasnya.**

 

 

 

 

 

 

Tags
#hunian #rumah #Developer #depok #sawangan