Jakarta, Properti Indonesia – Pengembang properti asal China, Shimao Group, akan melepas asset berupa satu unit hotel mewah yang berlokasi di Shanghai kepada Shanghai Land Group senilai 4,5 miliar Yuan atau US$707,83 juta Dollar. Penjualan hotel ini sebagai salah satu strategi untuk mengurangi utang perusahaan di tengah krisis sektor properti di negara Tirai Bambu tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah China untuk membeli asset dari pengembang swasta yang kekurangan uang, karena Beijing tengah meningkatkan upaya untuk menstabilkan dan memperketat kontrol atas sektor properti.
Dilansir dari Reuters, Senin (31/1), pengembang Shimao mengalami gagal bayar pinjaman pada awal bulan Januari 2022 sehingga pihak pengembang akan menjual aset utamanya yakni Hotel Hyatt on the Bund ke Shanghai Land Group.
Pada tahun 2022 ini pengembang memiliki kewajiban bayar yang telah jatuh tempo sebesar US$1,7 miliar di luar negeri dan 8,9 miliar yuan di dalam negeri, seperti yang tercatat oleh Moody’s. Langkah ini dilakukan pada hari yang sama, Agile Group, perusahaan properti China lainnya, yang menjual saham di beberapa unit hampir 2 miliar yuan kepada China Overseas Land & Investment milik negara dan China Conch Venture.
Pembatasan peraturan pada pinjaman telah mendorong berbagai perusahaan properti di China dalam krisis utang, dengan pengembang yang mengalami kewajiban bayar paling tinggi, China Evergrande sebesar US$300 miliar.