Jakarta, Properti Indonesia – Bambu merupakan salah satu material alternatif ramah lingkungan yang bisa digunakan pada hunian. Terlebih untuk saat ini pemilihan bahan konstruksi sehat menjadi salah satu elemen utama yang menentukan jejak karbon dari proyek tersebut. Bambu memiliki banyak hal untuk ditawarkan, selain menarik secara visual, bambu lebih tahan, fleksibel dan cepat tumbuh sehingga lebih ramah lingkungan daripada material lainnya.
Bambu juga memiliki serat dan struktur yang kuat mirip dengan kayu. Namun, kayu membutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk tumbuh dan dapat digunakan, sedangkan bambu membutuhkan waktu sekitar 4 tahun hingga layak digunakan untuk konstruksi, dan hanya 2 tahun untuk membuat furnitur. Jika bambu dirawat dengan baik, umur bambu bisa lebih panjang dan tidak mudah lapuk.
Material yang berkelanjutan ini juga memiliki sejarah budaya, yang dikaitkan dengan teknik bangunan tradisional dari wilayah di Asia Selatan, Asia Timur, Pasifik Selatan, Amerika Tengah dan Selatan. Tidak hanya digunakan untuk membangun hunian biasa, sekarang ini banyak hotel atau penginapan yang dibuat dari bambu. Hotel-hotel dari bambu ini menawarkan pengalaman menginap dengan nuansa tradisional, eksotis dan alami. Dilansir dari laman tophotel news, berikut ini lima hotel dari berbagai negara yang menggunakan material bambu.
Islas Secas Panama
![]()
Hotel Islas Secas berlokasi di Panama yang dirancang oleh arsitek Hart Howerton New York, dan telah dibuka kembali pada 19 November 2021. Dilansir dari laman resmi Islas Secas, hotel ini memiliki kamar bergaya chic, dilengkapi dengan kolam renang pribadi dan hanya menerima tamu maksimal 24 orang. Menampilkan suasana yang asri dan dekat dengan pantai, pengunjung Islas Secas dapat menikmati berbagai kegiatan seperti spa, yoga, hingga watersport seperti snorkelling, scuba diving, dan surfing. Adapun tarif rata-rata untuk kamar standar yaitu Rp9,28 juta hingga Rp21,4 juta.
Zannier Hotels Bai San Ho

Zannier Hotels Bai San Ho berlokasi di Thi xa Song Cau, Vietnam yang dirancang oleh Geraldine Dohogne – Beyond Design dan Zannier Hotels. Hotel ini memiliki 73 vila dengan kolam renang resor, dan dibuat dengan tiga gaya arsitektur khas Vietnam. Diantaranya sawah, puncak bukit, teluk besar dan pantai. Tarif menginap di Zannier Hotel mulai dari Rp5,6 juta.
Ulaman Eco Retreat

Hotel Ulaman Eco Retreat berlokasi di Tabanan Regency, Bali. Hotel dengan arsitektur bambu ini dirancang oleh Inspiral Architecture and Design Studios. Hotel ini menawarkan akomodasi pemandangan kolam renang, restoran, bar, taman, dan kolam renang luar ruangan. Lokasi hanya 7 km dari Pura Taman Ayun dan 25 km dari Secret Garden Village, serta dekat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai. Tarif menginap di Ulaman Eco Retreat mulai dari Rp2,6 juta per malam.
Lelewatu Sumba

Lelewatu Resort Sumba berlokasi di Hoba Wawi, Wanokaka, Sumba, Nusa Tenggara Timur yang dirancang oleh Popo Danes Architect. Hotel ini menawarkan pemandangan hutan hujan di Sumba Barat seluas 10 hektar. Lelewatu Sumba dirancang dengan detail rumit dan menggabungkan budaya serta keahlian tradisional Sumba. Hotel ini terdiri dari 27 vila bergaya Sumba dengan luasan 130-650 meter persegi dengan atap yang terbuat dari jerami. Tarif menginap per malam di resor ini mulai dari Rp3,7 juta.
Movenpick Resort & Spa Kuredhivaru Maldives

Movenpick Resort & Spa Kuredhivaru Maldives merupakan hotel bintang lima yang berlokasi di Maladewa dan berjarak 45 menit dari Male International Airport. Arsitekturnya dirancang oleh. Resor ini menawarkan 105 vila dan residensial, serta memiliki berbagai fasilitas seperti spa, pusat kebugaran, klub anak-anak, dan olahraga air. Adapun tarif menginap di resor ini mulai dari Rp14,2 juta.