Konsep pembangunan yang terukur sukses mewujudkan eksistensi BSD City sebagai kota livable city yang bernilai investasi tinggi. Tren dan konsep yang ditawarkan pun sudah berlangkah-langkah lebih maju. Tak lagi terkonsentrasi pada pembangunan hunian dan fasilitas sekadar pemenuh kebutuhan dasar.
Tangerang, Properti Indonesia - JANUARI 2024 mendatang menjadi momen bersejarah bagi Kota BSD City. Pada bulan itu, salah satu prototype kota mandiri di Indonesia ini telah memasuki usia ke-35 tahun, sekaligus memasuki millenial baru yang penuh tantangan.
Dalam perjalanannya selama lebih dari seperempat abad tersebut, boleh dibilang kawasan perumahan seluas 6000 hektar atau hampir dua kali dari luas Kota Yogyakarta ini telah berhasil melalui berbagai macam gejolak politik hingga ekonomi, termasuk menjadi saksi sejarah perkembangan industri properti di dalam negeri.
Mulai dikembangkan sejak 1989 silam, hingga kini ribuan rumah telah dibangun di BSD City, lengkap dengan beragam fasilitas penunjang di dalamnya.
*QBig BSD City. Dok: Sinar Mas Land*
Boleh dibilang, Kota BSD City adalah satu diantara sekian banyak proyek perumahan berskala kota yang sukses dikembangkan pihak swasta di Indonesia.
Keberadaannya bahkan turut mengilhami beberapa kelompok pengembang lainnya untuk terjun ke ceruk bisnis yang sama. Sebut saja, Kota mandiri Cikarang Baru (5.400 ha), Lippo Cikarang (5.000 ha), Citra Raya (2.750 ha), Bukit Sentul (2.000 ha), Kota Legenda (2.000 ha), Kota Baru Parahyangan (2000 ha), Lido Lake Resort (1.700 ha), Gading Serpong (1.700 ha), Puri Jaya ( 1.600 ha) serta kota-kota lainnya.
Dikembangkan sejak belasan tahun silam, sebagian besar kota-kota tersebut mampu mengulang kesuksesan layaknya BSD City. Meskipun, tidak sedikit yang pertumbuhannya justru stagnan, setelah para pengembangnya nyaris keok terhajar krisis saat 1998 silam.
Terobosan BSD CITY
Pencapaian yang ditoreh BSD City tak lepas dari berbagai terobosan yang dilakukan agar positioning proyeknya tetap berada di posisi teratas. Misalnya saja, menawarkan konsep rumah custom house yang dapat disesuaikan dengan keinginan penghuninya, mengembangkan kawasan digital di dalam perumahan, mengembangkan produk hunian pintar, mengembangkan jalur infrastruktur yang terintegrasi dengan kawasan luar hingga memilih bermitra dengan pengembang lainnya.
Fakta membuktikan, dewasa ini, tinggal dan beraktivitas di Kota BSD City merupakan sebuah kemudahan dan kenyamanan bagi para penghuninya. Bagaimana tidak, untuk melakukan pembayaran berbagai tagihan dan belanja, misalnya.
Para warga penghuni tak perlu lagi repot-repot untuk menyelesaikannya di kantor management. Termasuk jika ingin mencari dan membeli barang serta makanan di berbagai restoran. Sebab, cukup dengan membuka aplikasi dalam ponsel, maka segala bentuk transaksi mulai dari pembayaran IPL, pembayaran sewa bagi para tenant, hingga melakukan pemesanan di berbagai restoran yang ada di BSD City dapat dilakukan dalam satu genggaman tanpa harus repot-repot untuk beranjak dari ruangan.
Berbagai kemudahan dalam bidang teknologi bagi para penghuni BSD City ini sejalan dengan rencana Sinar Mas Land untuk menjadikan BSD City sebagai pionir dalam pengembangan kota pintar berbasis digital yang saling terintegrasi atau Integrated Smart Digital City.
Inovasi lewat implementasi pelayanan ICT (Information Communications Technology) tersebut sekaligus untuk mendukung perkembangan teknologi yang kini telah menjadi kebutuhan utama masyarakat dan komunitas di berbagai belahan dunia.
Michael Widjaja, Group CEO Sinar Mas Land pernah mengatakan, langkah BSD City menjadi Integrated Smart Digital City dimulai dari kerjasama untuk menghadirkan tekhnologi yang mampu memberikan kemudahan pelayanan dan keterbukaan informasi bagi para warga BSD City sehingga memudahkan mereka untuk melakukan segala bentuk transaksi, mulai dari pembayaran IPL hingga melakukan pemesanan tempat di berbagai restoran yang ada di BSD City.
Dirinya menuturkan, laju perkembangan teknologi digital di dunia saat ini secara tidak langsung turut mengubah pola kehidupan para penghuni di BSD City yang kini terbiasa dengan penggunaan smart phone, termasuk beragam perangkat aplikasinya.
Hal inilah, sebut Michael, yang lantas menarik perhatian sekaligus menjadi komitmen Sinar Mas Land sebagai pengembang untuk memberikan kemudahan serta memanjakan para penghuni di BSD City, sekaligus mengembangkan beragam aspek di kawasan tersebut, yang salah satunya dengan memaksimalkan peran teknologi digital yang mudah diakses dan banyak digunakan masyarakat.
Yang menarik, perencanaan pengembangan BSD City yang dilakukan Sinar Mas Land justru tidak hanya sebatas dalam membangun utilitas dan infrastruktur publik, ataupun sekedar menyediakan broadband internet ke seluruh rumah warga BSD City sehingga dapat mengakses internet. Lebih dari itu, Sinar Mas Land berupaya menyusun dan menempatkan jaringan terintegrasi yang membantu perencanaan kota dan kehidupan masyarakat dalam mengakses fasilitas, kesehatan, transportasi, makanan, hiburan hingga bangunan.
Penerapan ESG
Tak hanya meng-upgrade konsep pembangunan digital semata, faktanya berbagai konsep pembangunan dengan membangun berbagai fasilitas saja tak cukup, tanpa penerapan prinsip Environmental, Social, Governance (ESG). Dalam kondisi faktual, penerapan ESG semakin memainkan peranan penting bagi keberlanjutan bisnis perusahaan di Indonesia, tak terkecuali perusahaan pengembang properti.
“Penerapan aspek ESG sudah menjadi keharusan bagi perusahaan yang ingin meningkatkan profitabilitas, karena hal itu juga mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan bisnis perusahaan. Di sisi lain, hal ini menunjukkan komitmen nyata perusahaan untuk berperan dalam menurunkan emisi karbon, meningkatkan green economy, serta mendukung visi pemerintah dalam menerapkan net zero emission," ujar Chief Risk & Sustainability Officer Sinar Mas Land, Muhammad Reza Abdulmajid beberapa waktu lalu.
Reza menuturkan, dalam aspek Environment untuk mendukung transisi net zero emission, Sinar Mas Land sendiri telah mengimplementasikan program Green Habit serta energi terbarukan melalui penerapan solar panel di 6 bangunan komersial, dan pemanfatan layanan Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero).
Tak hanya itu, Sinar Mas Land juga turut menghadirkan Autonomous Vehicle (kendaraan listrik otonom) yang telah diujicoba di kawasan QBig BSD City dan The Breeze BSD City serta penggunaan Bus Listrik pada layanan BSD Link yang melayani rute seputar area BSD City.
Adapun, dalam aspek Social, perusahaan berfokus pada pemberdayaan masyarakat yang berdampak panjang dan sustainable. Aspek tersebut diwujudkan melalui sejumlah program, di antaranya, pemberian pelatihan Digital Technology kepada siswa di BSD City untuk kebutuhan tenaga kerja perusahaan IT, pembinaan usaha UMKM, dan penerapan program pemberdayaan kampung bernama Kampung Mantul. Selain itu, program yang berfokus untuk meningkatkan kualitas pendidikan dilakukan melalui Sekolah Berhati, program Berantas Buta Al-Qur’an, serta Pusat Literasi BSD City.
Terkait aspek Governance, perusahaan berupaya mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) serta berkelanjutan melalui berbagai inisiatif. Dalam hal penerapan bisnis yang bertanggung jawab, perusahaan juga telah mengimplementasi whistleblowing system serta pelatihan fraud dan anti-korupsi untuk seluruh karyawan.
Rujukan IKN
Konsep pengembangan BSD City, belakangan turut menginspirasi Pemerintah untuk menerapkan konsep serupa di Ibukota Negara Nusantara di Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan studi banding ke BSD City di Tangerang Selatan yang dikembangkan oleh Sinarmas Land, pada pertengahan Maret lalu.
“Kami dari Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR baik para pejabat maupun tim yang tergabung di dalam penyusunan perencanaan untuk perumahan di Ibu Kota Nusantara (IKN) melakukan studi banding ke Sinarmas Land untuk mempelajari beberapa konsep dan strategi serta desain pengembangan yang telah dilaksanakan di BSD City,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, Rabu (16/3).
.jpeg)
*Kawasan BSD Green Office Park. Dok: Sinar Mas Land*
Menurutnya, pengembangan kawasan perumahan dan permukiman oleh Sinarmas Land sangat baik dan bisa dilaksanakan di daerah lain sehingga membutuhkan adanya koordinasi yang baik antara Sinarmas Land dengan pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, pengembang juga menyesuaikan pembangunan dengan kontur alam serta menjaga kelestarian lingkungan.
Lanjut Iwan, pengembangan kawasan dengan mendorong pemanfaatan teknologi informasi juga didukung dengan pelestarian sosial budaya lokal yang ada sehingga dapat menciptakan kawasan yang maju dan dapat menarik minat para investor untuk berinvestasi di daerah tersebut.
Dalam studi banding untuk pengembangan IKN juga melihat langsung konsep pengembangan kawasan BSD City, serta peninjauan lapangan ke sejumlah proyek di kawasan BSD Green Office Park yaitu Gedung Sinar Mas Land Plaza, Gedung Green Office Park (GOP) 9, ruang pusat kendali kawasan BSD, CityGrha Unilever, serta mall tanpa dinding The Breeze.
Kota Deltamas
Implementasi aspek ESG tidak hanya dilakukan Sinar Mas Land di area BSD City saja, namun juga pada pembangunan portofolio lainnya, yaitu Kota Deltamas-- proyek kolaborasi antara Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation melalui PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS).
Kota Deltamas berdiri di atas lahan seluas ± 3.200 hektare, berlokasi di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Saat ini, Kota Deltamas telah memiliki 19 klaster residensial, 19 klaster komersial, dan kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) seluas ± 2.200 hektare yang dikembangkan dengan konsep ramah lingkungan dengan penerapan prinsip ESG dalam berbagai aspek.
Direktur Operasional Kota Deltamas – Robertus Satriotomo menjelaskan, sebagai kawasan yang ramah lingkungan, PT Puradelta Lestari Tbk turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. Upaya ini diwujudkan melalui sejumlah instrumen seperti penggunaan renewable energy untuk kegiatan operasional dari Marketing Office Kota Deltamas serta fasilitas dan utilitas yang dimiliki Perseroan dalam melayani pelanggan Kota Deltamas dan kawasan industri GIIC.
*Fasilitas Pengelolaan Air Limbah di Kota Deltamas*
“Kami juga bekerja sama dengan PLN dalam menyediakan Renewable Energy Certificate, hingga secara bertahap beralih menggunakan kendaraan listrik untuk operasional bisnis perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 yang dicanangkan oleh pemerintah. Untuk kendaraan listrik tersebut rencananya akan diimplementasikan di kawasan Kota Deltamas dan GIIC,” jelasnya.
GIIC sendiri saat ini telah memiliki ± 170 tenants di antaranya Suzuki, Hyundai Motors, Mitsubishi Motors, SAIC GM Wuling, Astra Honda Motors, Kalbe, Maxxis, dan Kohler. GIIC akan mengembangkan zona industri khusus yang didedikasikan untuk data center yang dilengkapi dengan infrastruktur berteknologi tinggi. Saat ini, sudah ada 14 tenant data center baik yang lokal maupun berskala global yang telah bergabung di kawasan industri ini, seperti PT Telkom Indonesia Tbk dan Pusat Data Nasional, di mana mereka akan mendirikan hyperscale data center di GIIC – Kota Deltamas.**