Jakarta, Properti Indonesia – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan pendapatan sebesar Rp3,34 triliun di kuartal I 2022. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di Bursa Efek Indonesia, dikutip Jumat (13/5), pendapatan ini mengalami penurunan sebesar 6 persen karena pendapatan dari perawatan akibat Covid-19 sangat tinggi di kuartal I 2021 dan rendahnya serah terima unit dari proyek-proyek perusahaan.
LPKR mencatat prapenjualan sebesar Rp1,21 triliun atau sebanyak 1.635 unit di kuartal I 2022. Perolehan prapenjualan ini mencapai 23 persen dari target di tahun ini sebesar Rp5,2 triliun. Ada dua produk yang berhasil diluncurkan di kuartal I 2022 yaitu Cendana Cove Verdant dan Brava Homes.
“Total pendapatan mencapai Rp3,34 triliun dan EBITDA sebesar Rp608 miliar didukung oleh kinerja dari pilar real estat, healthcare dan lifestyle. Bisnis properti menunjukkan tanda pemlihan yang terlihat dengan meningkatnya prapenjualan produk klaster Cendana dan Brava di Karawaci,” ujar CEO LPKR John Riady dalam keterbukaan informasi.
Lanjut John, pendapatan dari real estat menurun 13,9 persen dari Rp1,05 triliun di kuartal I 2021 menjadi Rp865 miliar di kuartal I 2022, yang diakibatkan rendahnya serah terima unit. Margin EBITDA meningkat sebesar 3,8 persen menjadi 17,7 persen karena lebih banyaknya serah terima unit hunian tapak di Lippo Cikarang. Memasuki kuartal II 2022, diperkirakan serah terima unit akan semakin banyak, terutama dari Cendana Peak sebanyak 261 unit dan Travertines 490 unit.
Kemudian EBITDA dari pilar healthcare mengalami penurunan sebesar 36,6 persen dibanding kuartal I 2021 menjadi Rp392 miliar. Hal ini dikarenakan pendapatan perawatan akibat Covid di kuartal I 2021 jauh lebih tinggi, kontribusi perawatan akibat Covid mencapai 18,3 persen dibandingkan 2,9 persen di kuartal I 2022. Dibandingkan dengan kinerja sebelum pandemi, total pendapatan dan EBITDA dari Siloam lebih tinggi dibandingkan kuartal I 2020, masing-masing meningkat sebesar 18,4 persen dan 23,7 persen.
Terakhir, pada pendapatan dari pilar lifestyle mencapai Rp249 miliar di kuartal I 2022 dibandingkan Rp246 miliar di kuartal I 2021. Data per bulan Maret 2022, jumlah pengunjung mall telah mengalami pemulihan dan mencapai level 56 persen dari level sebelum pandemi. Tingkat okupansi hotel juga mengalami pemulihan mencapai level 67 persen jika dibandingkan periode pada saat puncak varian Delta di tahun 2021 dengan tingkat okupansi mencapai 39 persen.
“Indonesia sedang dalam masa pemulihan dan kegiatan sudah berangsur-angsur normal kembali, kami yakin kondisi makro juga akan mendukung pertumbuhan bisnis kami di tahun 2022,” tutup John.