Jakarta, Properti Indonesia – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), bersama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan anak usaha PT Jababeka Tbk, yaitu PT Jababeka Infrastruktur (Jababeka) melakukan pengembangan teknologi jaringan 5G di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bertajuk “Sinergi Pemanfaatan Sumber Daya Perusahaan Dalam Rangka Digitalisasi Kawasan Jababeka” di Cikarang, Kamis (10/2) lalu.
“Telkom berkomitmen untuk mendukung upaya percepatan pengelolaan digitalisasi kawasan Jababeka menuju Jababeka Digitized Township Ecosystem,” ujar Executive Vice President Divisi Enterprise Service Telkom, Teuku Muda Nanta dalam keterangan resmi, Senin (14/2).
Telkom dan Telkomsel akan membangun jaringan 5G di kawasan pilot Jababeka sebagai langkah awal untuk melangsungkan trial use case 5G. Pengembangan teknologi 5G ini merupakan upaya dalam mewujudkan transformasi digital bagi Kawasan Jababeka sebagai road map menuju Jababeka Digitalized Township Ecosystem. Trial use case 5G yang akan dikembangkan meliputi solusi fixed wireless acess/fixed wireless office untuk kebutuhan personal maupun enterprise dan smart surveillance dengan teknologi camera vision.
“Pengembangan jaringan 5G di kawasan industri saat ini sangat penting dilakukan mengingat tingginya kebutuhan sektor industri terhadap penerapan teknologi internet of things (IoT),” imbuh Vice President Enterprise Business Management Telkomsel Hanang Setiohargo.
Jababeka sendiri merupakan kawasan industri besar dengan lebih dari dua ribu perusahaan nasional maupun multinasional lebih dari 30 negara yang beroperasi di sana. “Keberadaan jaringan 5G di kawasan tersebut akan mendorong lebih banyak perusahaan untuk bertransformasi melalui penerapan teknologi IoT yang menawarkan kemampuan real-time serta mendukung implementasi smart factory, augmented reality, drone inspection, maupun enhanced video service yang banyak dibutuhkan,” jelas Hanang.
Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Tjahjadi Rahardja mengatakan kawasan Jababeka sudah tersedia infrastruktur yang mampu mendukung industri 4.0 melalui jaringan telekomunikasi fiber optik, yang merupakan infrastruktur dasar industri 4.0 dan sudah tersebar di semua kawasan Jababeka seluas 5.600 hektar.