Jakarta, Properti Indonesia - Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia dalam laporannya, Jakarta Properti Market Update 3Q 2023, menyebutkan bahwa volume investasi hotel di Indonesia diperkirakan mencapai Rp3,46 triliun hingga akhir tahun 2023.
Senior Vice President, Investment Sales Asia, JLL Hotels & Hospitality Group, Julien Naori dalam keterangannya, Rabu (18/10), mengatakan bahwa investor di Indonesia didominasi oleh individu dengan kekayaan bersih tinggi (High Net Worth Individual) didorong oleh fundamental sektor hotel yang kuat.
Total investasi tahun ini lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2022 yang mecapai Rp2,73 triliun. Pada tahun 2024 mendatang, investasi hotel di Indonesia juga diperkirakan meningkat menjadi Rp4,09 triliun.
JLL mengharapkan adanya peningkatan aktivitas pada investasi jual beli hotel di akhir tahun 2023 dan 2024, khususnya untuk kelas luxury asset. Adapun lokasi yang masihmenjadi tujuan utama investor untuk investasi hotel adalah Jakarta dan Bali.
Dalam laporan JLL, Jakarta terus mencatatkan peningkatan kunjungan wisatawan internasional yang berkelanjutan mencapai 218.680 pada Agustus 2023. Sehingga Jakarta mencatat total hampir 1,3 juta pengunjung internasional sejak Januari, didorong oleh peningkatan yang signifikan dari wisatawan Tiongkok.
Pendapatan penjualan kamar atau revPAR hotel mewah Jakarta hingga Agustus 2023 menunjukkan tren peningkatan yang konsisten hingga Rp1,4 juta. Kombinasi dari tingkat hunian yang tinggi, tarif yang lebih tinggi, dan meningkatnya arus pengunjung internasional telah berkontribusi terhadap kinerja yang positif, sehingga penjualan melampaui tingkat sebelum pandem lebih dari 8 persen.
JLL mencatat tidak ada hotel baru yang selesai dibangun di Jakarta pada September 23. Namun ada satu hotel yang akan dibuka menjelang akhir tahun ini, yaitu Movenpick Jakarta Pecenongan sebanyak 253 kamar.
Selanjutnya untuk kinerja hotel di Bali, sejak Januari 2023 Bali menyambut lebih dari 3,4 juta wisatawan internasional. Jumlah ini lebih banyak dari tahun 2022 dengan wisatawan utama berasal dari Australia dan Tiongkok.
Hotel mewah di Bali mengalami pertumbuhan okupansi yang signifikan mencapai 59 persen pada Agustus 2023. Kinerja penjualan hotel juga melampaui level tahun 2019 sebesar 25,9 persen.
Pada akhir September 2023, Bali menghitung ada lebih dari 45.000 kamar hotel. Tidak ada hotel baru yang dibuka selama kuartal III 2023. Namun ada lima hotel yang dijadwalkan dibuka pada akhir tahun ini yang akan menambah 454 kamar baru.