Jakarta, Properti Indonesia - Startup hotel OYO Hotels and Homes Pvt Ltd, telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan memangkas sekitar 600 pegawainya pada Sabtu (3/12). Pegawai yang terkena PHK ini berasal dari departemen teknologi perusahaan OYO Hotels di India.
"Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan sebagian karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja akan kembali mendapatkan pekerjaan yang lebih baik," ujar CEO OYO, Ritesh Agarwal, dikutip dari Reuters, Senin (5/12).
Pemangkasan pekerja yang dilakukan OYO kurang lebih 10 persen dari 3.700 karyawan tetap. Di saat yang bersamaan, perusahaan menyatakan telah merekrut sebanyak 250 pegawai baru. Untuk melancarkan upaya efisiensi, perusahaan akan menggabungkan tim pengembangan produk dan teknik perusahaan.
Pemangkasan karyawan OYO ini juga dilakukan pada divisi teknologi, seperti tim pengembangan konsep permainan dalam aplikasi (in-app game), dan petugas kurasi konten sosial.
Adapun saat ini OYO Hotels berupaya untuk dapat meakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) di bursa efek India. Sebelumnya, OYO Hotels telah mengajukan rencana IPO pada Oktober 2021, namun ditunda karena kondisi pasar yang belum stabil.
OYO Hotels mencatat rugi bersih sebesar 3,33 miliar rupee India atau sekitar Rp627 miliar pada kuartal kedua tahun 2022. Jumlah ini menurun dari kerugian pada kuartal sebelumnya sebesar 4,14 miliar rupee atau sekitar Rp786 miliar.