Gandeng Sumitomo, Gardens at Candi Sawangan Luncurkan Klaster Baru Bernuansa Jepang

Gandeng Sumitomo, Gardens at Candi Sawangan Luncurkan Klaster Baru Bernuansa Jepang
Cluster Morizono Gardens at Candi Sawangan (Gardens at Candi Sawangan)

Jakarta, Properti Indonesia - Perumahan skala kota (township) Gardens at Candi Sawangan Depok kembali melanjutkan tahapan pembangunan dengan memperkenalkan klaster hunian baru bertajuk Morizono. 

Pengembangan klaster ke-10 yang berkolaborasi dengan Sumitomo Forestry Indonesia ini mengusung konsep ‘The Art of Japanese Living’ atau konsep hidup ala Jepang yang diaplikasikan mulai dari fasad dan layout bangunan, seperti adanya tatami  (ruang serbaguna) dan engawa (teras), yang terhubung dengan taman belakang rumah, sehingga menciptakan rumah yang asri dan terkesan luas.

Otentikasi ini juga diimplementasikan dengan menunjuk arsitek maupun pengawas konstruksi yang berasal dari Jepang. Morizono sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang, yaitu MORI (Hutan) dan ZONO (Taman). “MORI” terinspirasi dari sejarah panjang kerjasama antara PT Sumitomo Forestry Indonesia bersama PT Graha Perdana Indah (GPI) di industri kayu.

Direktur PT Graha Perdana Indah (GPI), Indra Bachtiar mengatakan, Morizono mengusung konsep Green Living serta dilengkapi perangkat pendukung Smart Home system seperti; Solar Panel, Smart Door Lock, CCTV Outdoor, Smoke Sensor, Alexa Voice Assistant, Smart Light Switch, Smart Doorbell, Smart CCTV Monitoring, Motion Sensor serta Smart Contact Sensor. 

Klaster Morizono juga akan memiliki fasilitas clubhouse eksklusif sekaligus menjadi klaster pertama di kawasan Gardens at Candi Sawangan yang dilengkapi clubhouse di dalam kawasan dengan fasilitas Smart Gate, Mushola, Kolam Renang dan 24 Hours Security.

“Hal lainnya yang membanggakan, Morizono telah mengantongi Sertifikat EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) , yaitu sertifikat yang diberikan oleh International Finance Corporation (IFC) untuk bangunan yang telah memenuhi syarat desain dan konstruksi berkelanjutan,” jelas Indra Bachtiar dalam keterangan resmi, Kamis (23/11). 

Klaster Morizono dikembangkan di atas lahan seluas 5,6 hektar yang merangkum sebanyak 38 unit shophouse dan 309 unit rumah, dengan tiga tipe berdasarkan luasan yaitu; Tipe Sumire 6x14 (LB 88 m2 / LT 84 m2), Tipe Ayame 7x14 (LB 109 m2 / LT 98 m2) dan Tipe Kaede 8x14 (LB 129 m2 / LT 112 m2) serta  2 tipe Shophouse yaitu shophouse 2 lantai 7x15 (LB 90 m2 / LT 75 m2) dan 3 Lantai 7x15 (LB 135 m2 / LT 75m2. Sumire, Ayame dan Kaede terinspirasi dari nama pohon atau bunga dalam bahasa Jepang.

Sementara, harga yang ditawarkan mulai dari Rp1,5 miliar, dengan berbagai macam penawaran menarik seperti subsidi biaya KPR, BPHTB, AJB, PPN dan gratis biaya langganan internet selama 1 tahun. Pembangunan Morizono direncanakan akan dilakukan pada Maret 2024 dan serah terima secara bertahap pada 2025 mendatang.

Rumah-rumah yang dikembangkan di Morizono merupakan tipikal rumah 2 lantai yang dilengkapi dengan 3 sampai dengan 3+1 kamar tidur, living room, ruang makan, dapur dan balkon. Morizono menargetkan para pembeli rumah pertama dari kalangan milenial dan Generasi Z yang menginginkan tinggal di pemukiman asri berkonsep ramah lingkungan, modern dan lengkap dengan berbagai fasilitas penunjangnya.

Sebagai informasi, Morizono mendapat pencapaian sertifikasi EDGE ADVANCE, dimana tingkat ADVANCE ini diperoleh dari pencapaian pengurangan energi diatas 40 persen. Sejalan dengan moto Morizono yaitu "Harmony with Nature", dengan adanya sertifikasi EDGE ADVANCE preliminary ini, Klaster Morizono telah terverifikasi mampu mengurangi penggunaan energi hingga 68 persen, konsumsi air hingga 25 persen, serta upaya dekarbonisasi dari penggunaan material bangunan ramah lingkungan sehingga mampu menghemat embodied carbon pada material hingga 24 persen.  

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #properti #depok