Jakarta, Properti Indonesia - Pembangunan gedung multi fungsi yang digadang-gadang bakal menjadi salah satu gedung supertall di Indonesia yaitu Indonesia One (Indonesia 1 Tower) lansiran PT China Sonangol Media Investment (CSMI) tengah berurusan dengan hukum karena tersangkut kasus dugaan penipuan dan penggelapan atas investasi.
Adalah PT Media Property Indonesia yang melaporkan kasus dugaan penipuan tersebut. Melalui kuasa hukumnya, Rahim B Lasupu, perusahaan ini melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan atas investasi pada pembangunan gedung Indonesia One ke Polda Metro Jaya, Kamis, (15/7) lalu. Laporan tersebut diterima dengan nomor polisi LP/B/3.488/VII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya.
Menurut Rahim, seperti dilansir dari portal media harianterbit.com, terlapor diduga telah menjalankan aksinya sejak tahun 2010 silam. Namun masih dalam proses penyelidikan terkait keterlibatan para pihak terkait laporan tersebut.
"Untuk para terlapor masih dalam proses lidik. Ini tentang investasi gedung Indonesia one di daerah Thamrin. Nah, disitu diduga ada dugaan tindak pidana untuk penipuan dan penggelapan," jelasnya usai dipanggil sebagai saksi pada Rabu (28/7) kemarin seperti dikutip dari harianterbit.com.
Rahim belum memastikan sejumlah pihak yang bertanggungjawab dalam kasus penggelapan ini, termasuk berapa jumlah kerugian atas kasus tersebut. "Untuk nilainya juga masih dalam proses pendalaman penyidik. Jadi kami belum bisa menginformasikan jauh lebih dalam terkait hal itu. Tapi berdasarkan pemeriksaan memang ada dugaan delik tentang adanya penipuan dan penggelapan. Itu lagi dalam proses pendalaman," tegasnya.
Properti Indonesia sempat melakukan konfirmasi kepada Rahim B Lasupu terkait laporan tersebut. Namun, dirinya mengatakan tengah melakukan meeting dan hingga berita ini tayang permintaan untuk konfirmasi masih belum dapat dilakukan.
Supertall 303 Meter
Proyek Indonesia 1 Tower dikembangkan oleh PT China Sonangol Media Investment (CSMI), kolaborasi antara China Sonangol Land dan Media Group. Gedung yang merangkum dua tower setinggi 303 meter ini dibangun di atas lahan seluas 18.925 m2, tepatnya di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Indonesia Satu Tower dirancang sebagai gedung multifungsi yang mencakup perkantoran, ruang ritel, kondominium, serta apartemen servis. Pembangunan Indonesia Satu Tower dimulai pada 23 Mei 2015 dengan peletakan batu pertama turut dihadiri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Supertall rancangan Mercurio Design Lab Srl ini rencananya akan terdiri atas 2 tower, yaitu Indonesia Satu Tower 1 dan Indonesia Satu Tower 2. Tower 1 direncanakan memiliki 64 lantai, dengan 57 di atas permukaan tanah dan 7 lantai di bawah permukaan tanah, dan ketinggian mencapai 303,5 m (996 ft). Sementara, Indonesia Satu Tower 2 direncanakan memiliki 70 lantai dengan 63 di atas permukaan tanah dan 7 lantai di bawah permukaan tanah, dan ketinggian mencapai 306 m (1004 ft). Proyek pembangunannya diproyeksikan akan selesai pada tahun 2020 dan beroperasi secara penuh pada 2021.