Jakarta, Properti Indonesia - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat telah menyalurkan kredit dan pembiayaan perumahan hingga Rp300 triliun pada kuartal I 2023. Perolehan tersebut tumbuh 8,16 persen dibandingkan kuartal I 2022 sebesar Rp277,13 triliun.
"Di tengah situasi ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada beberapa sektor industri di Indonesia, Bank BTN pada kuartal I 2023 membukukan kinerja yang positif. Kami optimis hingga akhir tahun 2023 perseroan mampu meningkatkan kinerja sesuai target yang telah ditetapkan," ujar Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangan resmi, Rabu (26/4).
Penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit BTN hingga akhir Maret 2023 mencapai Rp264,57 triliun. Dengan KPR Subsidi menyumbang sebesar Rp148,65 triliun atau tumbuh 10,90 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp134,04 triliun. Sementara KPR Non Subsidi mencatat Rp88,81 triliun atau tumbuh 5,37 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp84,28 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan, BTN mencatat laba bersih sebesar Rp801 miliar sepanjang kuartal I 2023. Jumlah ini meningkat 3,42 persen secara tahunan (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp774 miliar. Kemudian total aset juga mengalami keaikan 9,25 persen menjadi Rp401,50 triliun dibandingkan kuartal I 2022 sebesar Rp367,51 triliun.
Selain itu, perolehan dana pihak ketiga (DPK) BTN mencapai Rp319,60 triliun atau naik 10,01 persen, sehingga perolehan dana murah atau CASA mencapai Rp166,80 triliun atau meningkat 30,05 persen.