Jakarta, Properti Indonesia - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sepanjang tahun 2023 telah menyalurkan fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) baru sebesar Rp40,9 triliun. Angka tersebut meningkat 8 persen dibandingkan tahun 2022. BCA juga mencatat total outstanding KPR BCA per akhir 2023 mencapai Rp121,8 triliun atau tumbuh 11,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari tahun 2022 sebesar Rp117,9 triliun.
"Seiring dengan kesuksesan dua kali BCA Expo, new booking KPR dan KKB naik masing-masing 2,3 dan 2,6 kali lipat, dalam tiga tahun terakhir. Pencapaian ini turut mendorong outstanding KPR meningkat 11,7 persen YoY menjadi Rp121,8 triliun, dan KKB naik 20,8 persen YoY mencapai Rp56,9 triliun per Desember 2023," ujar Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (31/1).
Sebagai informasi, dalam hasil paparan kinerja BCA tahun 2023, KPR BCA di Jakarta menyumbang sebanyak 53 persen terhadap total KPR BCA, disusul wilayah Jawa (luar Jabodetabek) sebanyak 32,7 persen, dan wilayah lainnya sebanyak 13,4 persen.
Selain itu, BCA dan entitas anak menutup tahun 2023 dengan pertumbuhan total kredit 13,9 persen secara tahunan atau di atas rata-rata industri. Selaras dengan peningkatan kredit, rasio loan to deposit (LDR) meningkat ke 70 persen dibandingkan posisi terendah saat panemi sebesar 62 persen.
Laba bersih BCA juga tumbuh 19,4 persen mencapai Rp48,6 triliun di sepanjang 2023, yang ditopang oleh pertumbuhan kredit, peningkatan volume transaksi dan pendanaan, serta perluasan basis nasabah.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah serta dukungan dari pemerintah dan otoritas, sehingga BCA mampu melewati tahun 2023 dengan kinerja solid. Meskipun terdapat tantangan berupa tekanan inflasi global serta peningkatan tensi geopolitik, kami melihat perekonomian domestik tetap tangguh dan stabil," jelas Jahja.