Antusiasme Masyarakat Tinggi, REI Bekasi Siap Gelar Pameran Properti di Bekasi

Antusiasme Masyarakat Tinggi, REI Bekasi Siap Gelar Pameran Properti di Bekasi
Halal Bi Halal Real Estate Indonesia (REI) Bekasi (REI Bekasi)

Jakarta, Properti Indonesia – Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Bekasi menggelar acara “Halal Bi Halal & Outlook Property 2022” di Hotel Nuanza Cikarang. Ketua Komisariat REI Bekasi Tuti Mugiastuti mengatakan acara ini sekaligus untuk berdiskusi terkait perkembangan properti di Bekasi. 

“Ada strategi-strategi yang bisa kita sharing di acara ini, walaupun bisnis kita sama tetapi lokasi berbeda-beda,” ujar Tuti dalam siaran pers, Sabtu (4/6).

Dirinya menjelaskan ada berbagai program bisnis dan sosial yang akan dilakukan REI Bekasi. Salah satunya adalah pagelaran Property Expo Bekasi. 

Lanjut Tuti, pengalaman ketika Expo Property di Jakarta, banyak pengunjung yang melihat proyek properti di Bekasi sebagai lokasi yang jauh, sebab mayoritas pengunjung berasal dari Jakarta. Hal inilah yang mendorong REI Bekasi mengadakan Expo Property khusus di daerah Bekasi.

“Kita targetkan Juli, bulan depan sudah terselenggara Expo Property Bekasi,” jelas Tuti.

Adapun program-program REI Bekasi lainnya, yaitu berupa santunan bagi masyarakat terkena musibah, pemberian bantuan ke panti-panti, dan pembagian seribu Al Quran. Adapun program REI Bekasi selanjutnya adalah bedah rumah warga, namun tertunda akibat pandemi.

Outlook Property 2022

Selain pemaparan program kerja, dalam acara tersebut turut digelar diskusi Outlook Property 2022 yang menghadirkan Kepala Kanwil 1 BTN Edward Alimin Sjarif, Pengamat Properti sekaligus CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, dan perwakilan Developer, Asmat Amin sebagai pembicara. 

Asmat Amin menjelaskan, kebutuhan rumah di Indonesia saat ini sangat besar dengan backlog sekitar 12,7 juta rumah. Sementara kebutuhan rumah setiap tahunnya sekitar 800 ribu sampai 1 juta rumah. Padahal, supply tumah setiap tahun yang sebenarnya sekitar 400 ribu dan tidak lebih dari 500 ribu. "Ini sudah termasuk rumah subsidi, non subsidi dan swadaya," ungkapnya. 

Lanjut Asmat, jika tidak ada terobosan dari pemerintah, perbankan, maupun OJK, masalah perumahan ini dalam waktu 5-10 tahun ke depan akan meledak dan mejadi masalah sosial. Hal ini harus menjadi perhatian REI ke depan. 

"Untuk calon presiden dan wakil presiden harus orang yang mendukung properti di Indonesia. Siapa yang mendukung properti, itulah yang kita dukung," harap Asmat, yang juga Chairman Arrayan Group. 

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #properti #perumahan #Real Estate Indonesia