Rapor Emiten Properti Kuartal III 2023

Rapor Emiten Properti Kuartal III 2023
Pakuwon Mall (Dok. PT Pakuwon Jati Tbk)

Jakarta, Properti Indonesia - Sejumlah emiten properti telah mencatatkan laporan keuangan hingga kuartal III 2023. Beberapa di antaranya mencatatkan pertumbuhan positif baik dari pendapatan maupun laba bersih. Berikut adalah kinerja emiten properti di kuartal ketiga berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).  

PT Bumi Serpong Damai Tbk 

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatat pendapatan usaha pada kuartal III 2023 sebesar Rp7,31 triliun. Pendapatan teersebut meningkat 2,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,31 triliun. Laba bersih juga meningkat 92,64 persen menjadi Rp1,77 triliun dibandingkan kuartal III 2022 sebesar Rp918,31 miliar. 

Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih ini dikontribusi dari segmen-segmen usaha yang dimiliki BSDE. Mulai dari segmen penjualan tanah, bangunan dan strata title yang totalnya Rp6,03 triliun. Tumbuh 8,15 persen jika dibandingkan tahun lalu sebesar Rp5,58 triliun. 

PT Pakuwon Jati Tbk 

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan pendapatan sebesar Rp4,56 triliun pada kuartal III 2023, naik 1,6 persen dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp4,49 triliun. Kemudian laba bersih juga meningkat 23,6 persen dari tahun lalu Rp1,38 triliun menjadi Rp1,70 triliun di kuartal III 2023. 

Kemudian recurring revenue PWON juga mencapai Rp3,42 triliun atau naik 22,7 persen, yang terdiri dari pendapatan retail mall Rp2,31 triliun atau naik 20 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,93 triliun, office leasing Rp234 miliar, dan hospitality Rp867 miliar. PWON juga mencatat marketing sales di kuartal ketiga sebesar Rp1,02 triliun, yang didukung dari launching tower baru Lanaster dan Clayson Tower di Superblok Pakuwon Mall Surabaya.

PT Ciputra Development Tbk

PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) mencatatkan pendapatan sebesar Rp6,5 triliun hingga kuartal III 2023. Namun, pendapatan tersebut menurun 8,83 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan ini dikontribusi dari segmen penjualan sebear Rp5,08 triliun, dengan rincian dari kavling, rumah, dan ruko sebesar Rp4,2 triliun, apartemen Rp499 miliar, dan kantor Rp378 miliar. 

Meski pendapatan menurun, marketing sales hingga September 2023 meningkat 19 persen secara tahunan dari sebelumnya Rp6,55 triliun menjadi Rp7,79 triliun. Selama periode tersebut, Ciputra juga mengantongi marketing sales sebesar Rp4,3 triliun dari 2.558 unit produk baru yang diluncurkan pada tahun ini.

PT Intiland Development Tbk

PT Intiland Development Tbk (DILD) membukukan pendapatan sebesar Rp3,35 triliun hingga periode September 2023. Pendapatan tersebut mengalami peningkatan 74 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,92 triliun. Pendapatan ini dikontribusi dari penjualan properti sebesar Rp2,79 triliun dan pendapatan usaha Rp561,9 miliar. 

Pada penjualan properti terdiri dari highrise Rp1,86 triliun, perumahan Rp740 miliar, dan kawasan industri Rp182 miliar. Sementara pendapatan usaha berasal dari fasilitas Rp309,6 miliar, perkantoran Rp169,6 miliar, kawasan industri Rp73,8 miliar, hotel Rp8,7 miliar, dan lain-lain Rp135 juta. Dengan pendapatan tersebut, Intiland mencatatkan laba bersih tahun berjalan Rp636,6 miliar per September 2023. 

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk 

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan pendapatan sebesar Rp1,62 triliun pada kuartal III 2023. Pendapatan tersebut meningkat 12 kali lipat dari tahun sebelumnya. Penjualan properti yang sekarang menjadi lini bisnis utama dari PANI merupakan salah satu alasan terjadinya peningkatan pendapatan yang signifikan. Selain itu, laba bersih PANI juga tercatat sebesar Rp699 miliar, serta marketing sales mencapai Rp1,7 triliun di kuartal III 2023. 

 

Tags
#Berita Properti #properti #Pakuwon Jati #intiland development #BSDE #Ciputra Development #Pantai Indah Kapuk