Jakarta, Properti Indonesia - Penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Rakyat (BP Tapera) per September 2023 mencapai 166.883 unit atau senilai Rp18,91 triliun. Jumlah penyaluran tersebut meningkat dari bulan Agustus 2023 yang mencapai Rp16,47 triliun untuk 146.123 unit rumah.
Penyaluran dana FLPP pada September ini terdiri dari 10.131 perumahan, 6.628 pengembang, yang disalurkan oleh 40 bank penyalur di 33 provinsi dan 391 kabupaten/kota.
Sementara itu, jumlah penyaluran dana FLPP hingga akhir tahun 2023 mencapai 229 ribu unit. Angka tersebut meningkat dari realisasi tahun 2022 yang mencapai 226 ribu unit senilai Rp25,15 triliun. Sehingga BP Tapera optimis bahwa penyaluran dana FLPP di tahun ini mencapai target.
"Kami optimistis target FLPP tahun ini tercapai. Kami akan kebut penyaluran kuartal keempat tahun ini lewat koordinasi dengan perbankan," ujr Komisioner BP Tapera Adi Setianto dalam keterangannya pada diskusi Peran BP Tapera dalam Ekosistem Perumahan, Sabtu (7/10).
Lanjut Adi, kebutuhan pembiayaan rumah masih sangat besar. Tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau compounded annual growth rate (CAGR) penyaluran dana FLPP BP Tapera mencapai 27,42 persen selama 2020-2023.
Pada tahun ini BP Tapera ditugaskan untuk menyalurkan dana FLPP Rp26,2 triliun yang terdiri dari dana saldo awal 2022 sebesar Rp1,05 triliun, dana DIPA Rp19,48 triliun dan pengembalian pokok atas dana yang sudah digunakan Rp5,70 triliun untuk 229.000 unit rumah.
Dalam diskusi tersebut Adi juga menjelaskan bahwa pentingnya ekosistem perumahan dalam menyalurkan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam hal ini, BP Tapera bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR dengan menggandeng pemerintah daerah untuk dapat melakukan mapping backlog di masing-masing daerah.
“Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk dapat membuat roadmap agar backlog di masing-masing daerah dapat teratasi,” imbuh Adi.