Jakarta, Properti Indonesia – Sejumlah Pemerintah daerah di Tiongkok telah membuat rekening kustodian khusus untuk proyek-proyek properti dari pengembang Evergrande. Hal tersebut bertujuan untuk melindungi dana untuk pembangunan perumahan agar tidak dialihkan.
Sebelumnya, pengembang Evergrande terjerat utang sebesar USD305 miliar dan melewatkan tenggat waktu pembayaran obligasi dolar pada minggu lalu. Kondisi Evergrande tersebut membuat banyak investor global bertanya-tanya apakah mereka harus menelan kerguan besar ketika masa tenggang 30 hari berakhir.
Dilansir dari Channel News Asia, Senin (27/8), rekening khusus tersebut telah dibuat di delapan provinsi di mana proyek Evergrande banyak yang belum selesai sejak akhir Agustus 2021.
Termasuk di Anhui, Guizhou, Henan, Jiangsu, dan kota-kota di Delta Sungai Mutiara selatan. Rekening kustodian bertujuan untuk memastikan pembayaran pembeli rumah digunakan untuk menyelesaikan proyek perumahan Evergrande, dan tidak dialihkan ke tempat lain, seperti ke kreditur.
Beberapa kota seperti Zhuhai dan Shenzen, kantor regulator perumahan, Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan juga terlibat dalam pengawasan dan peninjauan dana yang digunakan Evergrande dalam proyek-proyeknya. Sementara Evergrande dan kementerian perumahan di Tiongkok juga tidak menanggapi hal tersebut.
Pada akhir Juni 2021, Evergrande tercatat masih memiliki 1.236 proyek untuk dijual, dalam laporan semi tahunan, termasuk yang telah selesai dan sedang masa pembangunan. Pada pekan lalu, surat kabar Wall Street Journal mengatakan bahwa pihak berwenang Tiongkok sudah meminta pemerintah daerah untuk mempersiapkan kemungkinan runtuhnya Evergrande.