Jakarta, Properti Indonesia - Pandemi COVID-19 mengakibatkan penjualan maupun penyewaan sejumlah properti melempem akibat terjadinya penurunan permintaan secara signfikan. Hal ini secara langsung turut berpengaruh pada kinerja pendapatan dan laba bersih sejumlah perusahaan pengembang. Tertekannya kinerja keuangan tersebut bahkan membuat asset banyak developer menjadi tergerus. Meski begitu, bukan berarti tidak ada pengembang yang mampu mencatat kenaikan asset secara positif. Berikut adalah tiga developer yang mampu meningkatkan asset mereka meski di masa pandemi berdasarkan laporan keuangan sampai dengan Kuartal I tahun 2021.
PT Lippo Karawaci Tbk
Hingga Kuartal I 2021, asset Lippo Karawaci tercatat sebesar Rp64,4 Triliun sekaligus tercatat sebagai emiten properti dengan total asset terbesar di Indonesia. Nilai asset ini bertambah sebesar Rp2,56 Triliun dibandingkan Q1 2020 (yoy) yang tercatat sebesar Rp61,8 Triliun.
PT Bumi Serpong Damai Tbk
Hingga Kuartal I 2021, asset PT Bumi Serpong Damai Tbk tercatat sebesar Rp62,9 Triliun sekaligus tercatat sebagai emiten properti dengan total asset terbesar kedua di Indonesia. Dalam satu tahun, nilai asset pengembang Kota mandiri BSD City ini bertambah sebesar Rp2,85 Triliun atau meningkat 4,75% dibanding Q1 2020 (yoy) yang tercatat sebesar Rp60,1 Triliun.
PT Ciputra Development Tbk
Hingga Kuartal I 2021, asset PT Ciputra Development Tbk tercatat sebesar Rp39,5 Triliun atau emiten properti dengan total asset terbesar ketiga di Indonesia. Dalam satu tahun, nilai asset pengembang Kota mandiri CitraRaya Tangerang ini bertambah sebesar Rp1,64Triliun atau meningkat 4,34% dibanding Q1 2020 (yoy) yang tercatat sebesar Rp37,8 Triliun.