Kertajati, Properti Indonesia – Pengembang properti, PT Metropolitan Land Tbk (Metland) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kawasan Rebana Metropolitan (Cirebon-Patimban-Kertajati). Hal ini ditandai dengan pengembangan proyek Metland Kertajati sebagai kawasan hunian dan komersial terpadu, sejalan dengan peningkatan investasi dan perkembangan infrastruktur di wilayah tersebut.
Kawasan Rebana terus menunjukkan performa positif, didorong oleh kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan konektivitas tol yang semakin luas. Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmi Yahya, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Rebana mencapai 5,53% pada triwulan III 2025, melampaui rata-rata Jawa Barat dan nasional.
"Majalengka mencatat laju pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 (YoY) mencapai 8,07%, tertinggi kedua di Rebana, dan telah menyerap 18.933 tenaga kerja," jelas Helmi Yahya dalam kegiatan Media Gathering Metland Kertajati, Sabtu (13/12).
Total investasi di Kawasan Rebana hingga kuartal III 2025 telah menembus angka Rp25 triliun, dengan tercatatnya 36 tenant industri, menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.

Metland Kertajati Jawab Kebutuhan Kawasan Industri
Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Anhar Sudradjat, menyatakan bahwa pengembangan Metland Kertajati merupakan respons atas kebutuhan sarana tempat tinggal dan akomodasi pendukung bagi sektor industri yang berkembang pesat di Rebana.
"Kawasan industri yang maju memerlukan sarana tempat tinggal, baik hunian maupun hotel untuk long stay guest. Metland Kertajati hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut," ujar Anhar Sudradjat.
Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Nitik Hening, memaparkan bahwa Metland Kertajati akan dikembangkan dengan konsep New City yang mengintegrasikan hunian, pusat komersial, fasilitas publik seperti hotel, pendidikan, kesehatan, dan ruang terbuka hijau.
Pengembangan tahap pertama di lahan seluas empat hektar, yakni klaster Sava Terra yang menawarkan produk rumah, ruko, dan rumah kos (rukos), telah habis terjual. Saat ini, Metland sedang memasarkan Ruko Dharmawangsa dan mempersiapkan Cluster Tanasultan, hunian premium dengan luas tanah 160 m² hingga 256 m² dan harga mulai Rp2,7 miliar.
Metland Kembangkan Jaringan Hotel Metland Smara
Dalam mendukung sektor bisnis dan akomodasi, Metland juga melakukan langkah strategis pada pengembangan jaringan bisnis perhotelan di bawah Metland Hotel Grup (MHG). Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Wahyu Sulistio, menyampaikan bahwa Metland kini menggunakan nama brand Metland pada jaringan hotelnya, sebagai jaminan kualitas dan layanan.
Nomenklatur hotel Metland dibagi berdasarkan kategori bintang dan jenis hotel. Metland Smara Hotel, yang beroperasi sejak 2021 di Kertajati, merupakan hotel bintang empat kategori bisnis (city) yang menargetkan kegiatan MICE dan akomodasi korporasi di Kawasan Rebana. Nama Smara sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti cinta, yang merefleksikan pengalaman menginap yang hangat.
"Metland Smara akan menjadi brand untuk hotel bintang empat Metland, termasuk rencana pengembangan Metland Smara Bekasi dan Metland Marron Tomohon," tutup Wahyu. Saat ini, MHG mengelola enam hotel milik Metland, dan segera bertambah menjadi delapan seiring selesainya dua proyek hotel baru tersebut.