Linktown Resmikan Kantor Cabang di Surabaya

Linktown Resmikan Kantor Cabang di Surabaya
Dari kiri ke kanan: Grace Gandawidjaja, Head of Linktown Surabaya; Abel Andy Kurniajaya, Founder & President Director Linktown; Ernesto Prakasa Sadriman, VP Business Development Linktown; Winaldo, Founder & VP Digital Marketing Linktown; dan Bram Pratama Sanusi, VP Business Development Linktown. (Dok. Linktown)

Jakarta, Properti Indonesia - Perusahaan digital platform properti, Linktown, telah meresmikan kantor cabang ke-12 di Surabaya, setelah sebelumnya membuka kantor di Bekasi, Jakarta, Bogor, Tangerang, Cibubur, Depok, dan Bandung.  

Winaldo, Founder & VP Digital Marketing Linktown mengatakan, di usia keempat tahun ini, pengembangan bisnis Linktown di Jabodetabek sudah cukup pesat. Secara market, Linktown juga mendominasi penjualan properti primary di Jabodetabek.

"Oleh karena itu, kami berpikir sudah saatnya Linktown untuk melakukan ekspansi keluar Jabodetabek. Kami melihat Surabaya merupakan target market yang sangat menarik dan potensial. Kami juga sangat confident dengan arah pengembangan bisnis kami saat ini," ujar Winaldo dalam keterangan resmi, Senin (26/2). 

Menurutnya, Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, di mana pengembangan properti di Kota Pahlawan ini juga sangat masif dan para developernya pun agresif.

"Dengan masuk ke Surabaya, Linktown yakin akan dapat meningkatkan revenue secara signifikan dan membantu pencapaian target tahunan yang ditargetkan tumbuh sebesar 25% dari tahun lalu. Kami juga siap membantu para pengembang di Surabaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan properti mereka,” jelas Winaldo.

Banyak pengembang besar dan lokal di Surabaya yang berlomba dalam menghadirkan konsep dan desain yang tidak kalah dengan Jakarta, namun dengan harga yang sangat masih terjangkau. Linktown melihat banyaknya permintaan masyarakat sekitar Surabaya, seperti Sidoarjo dan Gresik yang ingin memiliki rumah yang dekat dengan Surabaya, sehingga menciptakan kenaikan potensi di Surabaya dan sekitarnya.

"Di samping itu, secara cost ads digital, di Surabaya masih tergolong murah. Di sinilah Linktown melihat potensi yang sangat besar untuk membantu speed up penjualan para developer," imbuhnya. 

Sementara itu, Bram Pratama Sanusi, VP Business Development Linktown meyakini strategi yang sudah dilakukan di Jakarta akan mempunyai hasil yang lebih baik di Surabaya, karena secara konversi pada data Linktown menunjukkan angka yang lebih baik. Pihaknya akan terus meningkatkan sales force secar masif dan segera bekerja sama dengan semua developer di Surabaya dan sekitarnya. 

"Kami juga akan memperkenalkan dan menawarkan beberapa program kerja sama yang menarik dari tim business development kami ke developer-developer di surabaya, seperti yang sudah berjalan dengan sangat baik di Jabodetabek dalam hal peningkatan penjualan," terang Bram Pratama Sanusi.

Pembukaan cabang Linktown di Surabaya bukan hanya untuk penjualan rumah primary, tetapi juga membantu menjawab permintaan pasar secondary. Linktown juga ingin berkolaborasi dengan developer melalui program-program support business development, yakni linktown.biz yang sudah banyak berhasil dilakukan di Jakarta.

Sebagai informasi, enam bulan sebelum kantor cabang Surabaya dibuka, Linktown sukses membukukan revenue sebesar Rp99 miliar. Di tahun 2024 Linktown menargetkan revenue di Surabaya bisa tembus Rp500 miliar, sementara secara total menargetkan revenue Rp2,9 triliun. Selanjutnya, perusahaan yang bernaung di bawah PT Asia Rumah Utama ini akan membuka tiga kantor cabang baru tahun depan. Linktown tengah menargetkan beberapa lokasi, seperti Makassar, Medan, Kalimantan, dan Bali. 

Tags
#rumah #Berita Properti #properti #perumahan #Linktown