Harga Tiket Taman Nasional Komodo Naik, Bagaimana dengan Okupansi Wisatawan yang Berlibur ke Labuan Bajo?

Harga Tiket Taman Nasional Komodo Naik, Bagaimana dengan Okupansi Wisatawan yang Berlibur ke Labuan Bajo?
Labuan Bajo (TripAdvisor)

NTT, Properti Indonesia – Pemerintah memberlakukan harga baru tiket masuk ke Taman Nasional Komodo, di Nusa Tenggara Timur menjadi Rp3,75 juta sejak 1 Agustus 2022. Keputusan tersebut rupanya tidak disetujui oleh pelaku usaha pariwisata karena dianggap merugikan bagi industri pariwisata. Hal ini ditandai dengan dilakukannya mogok sebagai bentuk protes oleh para pelaku usaha. Namun, aksi mogok sudah berakhir dan pelaku usaha pariwisata sudah mulai kembali melayani wisatawan. 

Dilansir dari laman Tempo, Selasa (4/8), Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, kenaikan harga tiket masuk taman Nasional Komodo ini memberikan dampak bagi para wisatawan. Terutama pada wisatawan yang sudah memesan paket liburan, ditambah banyak pelaku usaha pariwisata yang mogok. Hal ini juga mengakibatkan banyak wisatawan batal untuk liburan ke Labuan Bajo, sehingga tingkat pengunjung ini serta tingkat okupansi hotel di Nusa Tenggara Timur diperkirakan menurun.

Sementara itu, Head of Hospitality Services, Colliers Indonesia Satria Wei menjelaskan, naiknya biaya masuk area Taman Nasional Komodo yang terdiri atas Pulau Komodo, Pulau Padar dan area laut di sekitarnya, seharusnya tidak mengurangi pengunjung atau wisatawan yang  mengunjungi Labuan Bajo.

“Menurut kami, ini seharusnya dapat menjadi salah satu sarana untuk menunjukkan ke dunia bahwa Indonesia memiliki salah satu kekayaan alam yang bernilai sangat tinggi. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya terdapat biaya yang cukup tinggi untuk memastikan kekayaan tersebut terjaga,” ujar Satria kepada Properti Indonesia, Kamis (4/8).

Satria menyebutkan, secara spesifik tingkat hunian hotel di Labuan Bajo saat ini masih cukup baik, mengingat suplai yang masih terbatas sementara demand masih cukup tinggi. Namun demikian, penurunan jumlah wisatawan yang terjadi karena informasi yang kurang tepat pasti akan terjadi untuk periode yang singkat, bila ditangani dengan baik.

“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah, pelaku usaha wisata dan masyarakat kita terhadap kelestarian kekayaan alam tersebut. Dibutuhkan waktu dan cara mensosialisasikannya dengan tepat, pelaku usah wisata dan wisatawan pun dapat mengerti,” imbuh Satria.

Labuan Bajo sendiri tidak hanya menawarkan Pulau Komodo untuk melihat Komodo, namun ada pulau lain yang memiliki habitat yang sama seperti Pulau Rinca. Selain kekayaan pariwisata di laut dan di darat lainnya, dimana wisatawan yang mengunjungi Labuan Bajo tetap dapat menikmati Labuan Bajo secara utuh sebagai “Luxury Tourist Destination” di Indonesia.

Sebagai informasi, berdasarkna data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Taman Nasional Komodo sepanjang tahun 2021 mencapai 64.662 ribu kunjungan. Kemudian jumlah tamu hotel di Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 5.686 untuk tamu asing, dan 133.426 untuk tamu domestik. Serta tingkat penghunan kamar mencapai 0,29 poin di hotel berbintang dan 0,15 poin di hotel non bintang.

 

Tags
#Hotel #Berita Properti #properti #pariwisata