Jakarta, Properti Indonesia - Emiten properti PT Graha Mitra Asia Tbk atau RelifeAsia resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode RELF pada Kamis (22/6). Perusahaan ini menjadi perusahaan tercatat ke-44 di BEI pada tahun 2023.
RELF mengawali perdagangan perdananya dengan melemah 10 persen ke level Rp81 per saham, namun berbalik arah dan bergerak menguat di rentang 3-4 persen. Relife Asia memasang harga IPO di Rp90 per saham dengan melepas 1,2 miliar saham. Sehingga RELF mengantongi dana segar sejumlah Rp108 miliar.
Direktur Utama RelifeAsia Ivan Darmanto menjelaskan ada sebanyak Rp56 miliar atau sekitar 51,85 persen akan digunakan untuk membeli tanah seluas 4 hektar di Semplak Barat, Kemang, Bogor. Tanah tersebut nantinya digunakan untuk pembangunan hunian sekitar 300 rumah.
Kemudian sekitar Rp27,5 miliar atau 25,46 persen akan digunakan untuk membeli tanah seluas 2.750 m2 di Jagakarsa, Jakarta Selatan yang akan digunakan untuk mengembangkan proyek real estat Greenland Jagakarsa. Selain digunakan untuk akuisisi lahan, sebanyak Rp24,5 miliar atau 22,69 persen akan digunakan sebagai modal kerja untuk pembangunan infrastruktur, fasilitas sosial, fasilitas umum dan operasional.
Pada tahun 2022, RelifeAsia membukukan laba bersih sebesar Rp4,48 miliar dari sebelumnya sebesar Rp158,4 juta pada tahun 2021. Perseroan membukukan pendapaan menjadi Rp18,35 miliar yang ditopang oleh proyek perumahan Greenland Kemang. Sementara untuk tahun 2023, RelifeAsia menargetkan penjualan sebesar Rp72 miliar dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp28,35 miliar.
Sebagai informasi, RelifeAsia merupakan perusahaan properti yang didirikan pada tahun 2018, dengan proyek properti pertama adalah Greenland Kemang Bogor yang berlokasi di Jalan Raya Parung Kemang, Kabupaten Bogor.