Jakarta, Properti Indonesia - Cushman & Wakefield bekerja sama dengan CoreNet Global, asosiasi profesional global untuk real estat korporat, merilis hasil survei baru yang menunjukkan terdapat beberapa perubahan pada penyewaan ruang kerja kantor.
Dalam laporan tersebut, penyewa kantor saat ini lebih mengadopsi sistem kerja secara hybrid untuk mengoptimalkan biaya, SDM, dan ESG di era pasca pandemi. Jumlah ruang komunal yang ditargetkan di dalam kantor telah dua kali lipat dibandingkan dengan tingkat sebelum pandemi yaitu 40-50% dibanding 20-30%, dengan mayoritas penyewa sebanyak 89 persen melihat bahwa kantor sebagai tempat untuk kreativitas, inovasi, osmosis, dan sebaai tempat titik pertemuan yang direncanakan.
Dengan tingkat hunian kantor umumnya lebih rendah daripada tingkat sebelum pandemi, terdapat tren yang jelas di antara penyewa dalam mengurangi luas total ruang mereka, sambil secara bersamaan mengoptimalkan ruang yang ada dengan fasilitas dan layanan untuk meningkatkan penggunaan dan pengalaman kantor.
"Penyewa terus berusaha mengatasi banyak prioritas penting, dan yang terkadang sama pentingnya. Ketika peran kantor terus berkembang di tengah ketidakpastian ekonomi global, organisasi melakukan yang terbaik untuk menyeimbangkan biaya, retensi SDM, kesejahteraan karyawan, target pengurangan karbon, dan efisiensi operasional melalui real estat mereka," ujar Cameron Ahrens, Head of Global Occupier Services Asia Pacifics dalam siaran pers Cushman & Wakefiled, Senin (17/7).
Fenny Sukardi selaku Director of tenant Advisory Group Cushman & Wakefield Indonesia juga menyatakan bahwa sebagian besar penyewa percaya bahwa kehadiran karyawan sangat penting untuk efisiensi kerja dan keterlibatan karyawan yang optimal.
"Perusahaan sedang berfokus untuk menyediakan tempat kerja yang lebih baik dengan memprioritaskan kesejahteraan karyawan sambil tetap menjaga produktivitas dan efisiensi biaya. Para penyewa juga terus mengoptimalkan ruang kerja mereka saat ini dan mengendalikan biaya operasional dalam kondisi ekonomi saat ini," jelas Fenny.