Jakarta, Properti Indonesia - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat atau BP Tapera mengklaim telah menyalurkan pembiayaan rumah Tapera dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 152.717 unit rumah atau senilai Rp17,24 triliun.
Jumlah yang disalurkan tersebut tersebar di 9.838 perumahan yang dibangun oleh 6.494 pengembang, dan disalurkan oleh 40 bank di 33 provinsi untuk 390 kota.
Komisioner BP Tapera, Adi Setianto mengatakan, khusus untuk Provinsi Sumatera Selatan telah menyerap bantuan pembiayaan perumahan sebesar Rp1,06 triliun untuk 9.811 unit rumah. Dirinya berharap masyarakat di Sumatera Selatan bisa memanfaatkan program pembiayaan perumahan untuk rumah Tapera.
"Karena rumah Tapera adalah rumah yang berkualitas, dihuni dan tepat sasaran," ujar Adi dalam keterangannya, dilansir dari laman BP Tapera, Selasa (26/9).
Lanjut Adi, BP Tapera juga telah melakukan akad massal KPR syariah sebanyak 2.300 unit pda Selasa (26/9) di Palembang, Sumatera Selatan. Akad massal ini dilakukan bersama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) melalui BTN Syariah.
BP Tapera mencatat telah menyalurkan pembiayaan syariah dari dana FLPP tahun 2022 sebanyak 42.237 unit senilai Rp4,62 triliun, dan per 15 September 2023 sebanyak 31.299 unit senilai Rp3,46 triliun. Khusus untuk Sumatera Selatan, telah disalurkan sebanyak 2.085 unit yang terdiri dari 213 perumahan, 133 pengembang, 2 bank, di 10 kota/kabupaten.
Sedangkan untuk pembiayaan syariah yang bersumber dari dana Tapera, sejak Tahun 2021 hingga 14 September 2023, BP Tapera telah merealisasikan akad sebanyak 1.660 unit rumah.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna mengatakan bahwa pembiayaan perumahan syariah di Indonesia baru mencapai 10 persen. Herry meminta kepada stakeholder terkait agar lebih mensosialisasikan pembiayaan syariah serta memodifikasi aturan-aturannya agar tidak lagi dinilai sama dengan pembiayaan konvensional.