Jakarta, Properti Indonesia – Bergabung dengan Kopenhagen dan Rio de Janeiro, Barcelona akan dinobatkan sebagai ibukota arsitektur dunia atau Union of Architecture (UIA) pada tahun 2026 oleh UNESCO. Nantinya Barcelona juga akan menjadi tuan rumah Kongres Dunia Persatuan Arsitek Internasional, dua tahun setelah acara tersebut berlangsung di Kopenhagen.
Sebelumnya, Barcelona sempat bersaing dengan Beijing untuk mendapatkan gelar sebagai ibukota arsitektur dunia pada tahun 2026. Namun, Barcelona akhirnya memenangkannya dengan tawaran proposal yang berjudul “One Today, One Tommorow” yang berarti pendekatan kota terhadap keberlanjutan dan masa depan lingkungan binaan.
Dilansir dari ArchDaily pada Sabtu (31/7), Barcelona mengantisipasi beberapa acara arsitektur yang akan dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. Barelona juga telah bekerja untuk menjadi tuan rumah dalam acara New European Bauhaus dan tuan rumah Biennial Spanyol Arsitektur dan Perencanaan Kota ke-25.
Pada tahun 2020, UNESCO telah menetapkan Rio de Janeiro, Brasil sebagai ibukota Arsitektur dunia dan telah mengadakan serangkaian acara dengan tema “All the worlds. Just one world”.
UIA sendiri merupakan organisasi non-pemerintah yang didukung oleh UNESCO, yang bertujuan untuk menyoroti peran arsitektur dan perencanaan kota dalam membentuk masa depan berkelanjutan dan mengatasi tantangan global. Ditunjuk tiga tahunan, ibukota arsitektur dunia akan menjadi forum internasional untuk debat seputar isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan perkotaan.