Jakarta, Properti Indonesia - Light Rail Transit atau Lintas Raya Terpadu (LRT) Terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) resmi beroperasi. Peresmian dilakukan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Stasiun LRT Cawang, Senin (28/8).
"Pada pagi hari ini saya resmikan kereta api ringan LRT terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. Kita harapkan masyarakat berbondong-bondong beralih ke LRT, baik yang dari Cibubur dan sekitarnya maupun Bekasi dan sekitarnya, sehingga kemacetan di jalan bisa dihindari dan juga polusi bisa kita kurangi," ujar Joko Widodo dalam sambutannya, dilansir dari laman Sekretariat Presiden, Senin (28/8).
Jalur LRT sepanjang 41,2 kilometer ini dibangun dengan anggaran Rp32,6 triliun, dan melengkapi transportasi massal yang sudah ada sebelumnya yaitu kereta rel listrik (KRL), moda raya transportasi (MRT), dan bus raya terpadu (BRT).
LRT Jabodebek merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan transportasi yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengmebangan transportasi perkotaan di seluruh Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga memberlakukan tarif promo bagi masyarakat yang akan menaiki LRT Jabodebek dalam rangka memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan RI. Pengenaan tarif maksimal Rp20.000 untuk jarak terjauh dan di bawah Rp20.000 untuk selain jarak terjauh.
Jalur yang diresmikan terdiri dari dua rute, yakni Cibubur melewati Stasiun Dukuh Atas-Cawang-Harjamukti PP dan line Bekasi melewati Stasiun Dukuh Atas-Cawang-Halim-Jatimulya PP. Total 18 stasiun menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Sebagai informasi, tarif LRT Jabodebek sudah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor KM 67 Tahun 2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik. Berdasarkan regulasi tersebut, tarif dasar LRT Jabodebek ditetapkan mulai Rp5.000 untuk 1 kilometer pertama dan mengalami penambahan sebesar Rp700 per kilometer selanjutnya.